RoadMap IKN 2045 : Peminat Oversubscribe

RoadMap IKN 2045 : Peminat Oversubscribe

Oleh : Harmen Batubara

Setiap saya mendengarkan IKN maka yang muncul dalam pikiran saya adalah banyak para Ekonom Indonesia yang pasti akan ikutan Nyinyir. Mereka biasanya pasti datang dengan Konsep feasibility study, mereka pasti bertanya apakah akan Laku? Para Investor macam apa yang akan mau menanamkan Modalnya di situ? Begitu juga halnya ketika Pemerintah Membuka jalan Trans Papua? Mereka Bertanya? Kapan balik Modalnya? Apakah semua pembangunan infrastruktur itu harus dihitung untung ruginya?

Misalnya dari seorang Ekonom senior Universitas Indonesia  dalam hal menanggapi soal tawaran insentif pemerintah kepada investor untuk proyek – proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN. Menurut dia, perusahaan hanya mau berinvestasi jika minimal ada 5 juta penduduk dalam 10 tahun di ibu kota baru yang letaknya di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Menurutnya  “Tidak ada perusahaan yang mau merugi. Semua kan tahu baru ekonomis itu kalau penduduk dalam 10 tahun di sana 5 juta, baru ekonomis dan investor asing masuk,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 20 Oktober 2022.

Hal kedua yang jadi buat ramai adalah munculnya para Investor “Oligarki”. Mereka ini anggak peduli apapun proyeknya, yang penting gimana cara mendapatkan Izin nya. Itu saja. Inilah yang membuat banyak “proyek-proyek” infrastruktur mangkrak di Indonesia selama ini. Izin Proyeknya sudah keluar, proyeknya  sudah di lelang dan bahkan sudah “groundbreaking”  tapi pembangunannya nggak jadi-jadi. Yang Terjadi adalah Izinnya yang laris manis. Dari tangan Oligarki yang satu ke tangan Oligarki lainnya. Proyeknya? Ya naggak ada perubahan dan mangkrak.

IKN Karya Para Maestro

Dalam hal IKN semua skenarionya bukan seperti itu. Bahwa soal perpindahan Ibu Kota itu sebenarnya sudah ada sejak era presiden Pertama. Soekarno. Jadi sudah ada Perintahnya. Memang Surat Perintahnya Belum ada. Tapi Kalau di dunia militer ada dua soal perintah. Pertama Perintah Tertulis dan Kedua Perintah Lisan. Pada era presiden Soeharto wacana ini juga sudah dikemukakan. Bahkan di era presiden SBY wacana ini juga sudah dikomunikasikan. Tapi barulah kemudian pemerintahan Jokowi yang bisa mewujudkannya.

Maka didesainlah IKN itu. Istananya sendiri dimenangkan oleh Nyman Nuarta Maestro Pematung Indonesia. Tata Kota IKN nya sendiri oleh Syofyan Sibarani Maestro Tata Kota. IKN juga di dukung Oleh UU No: 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara tanggal 15 Februari 2022. UU OmnisBus Low Dll. Insentipnya diberikan dengan tawaran yang menarik. Maka apa yang terjadi?  IKN jadi rebutan Para Investor manca Negara.

Strateginya juga sederhana. Pemerintah dan BUMN sudah bekerja bersama. Lewat  PUPR Kementerian menyiapkan 34 paket pekerjaan konstruksi di KIPP senilai Rp23 triliun dan 25 paket di luar KIPP senilai Rp11,32 triliun.  Mereka bergerak dengan dukungan dana APBN.Seperti diketahui IKN ini membutuhkan dana 466 triliun 20-30% dari APBN dan 372 triliun dari Investor Swasta. Jadi pada bulan agustus 2022 paket-paket itu sudah mulai di lelang dan dieksekusi di lapangan. Jadi di lapangan sudah dilakukan membangun sejumlah infrastruktur dasar untuk menopang IKN, antara lain Jalan Lingkar Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi; jalan konektivitas, sarana air minum, jembatan, tempat sampah, sanitasi, pengendali banjir, kantor-kantor pemerintah semua sudah dimulai. Juga bakal rusun untuk para pekerja di IKN sudah ada 19 rusun yang bakal siap ahir desember 2022.

Kemudian apa yang terjadi ?  Ternyata.  Minat investor untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara ( IKN ) Nusantara ternyata memang cukup tinggi. Saat ini minat invetasi di IKN terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) mencapai 39 kali lipat.Jauh dari perkiraan sebelumnya. Tapi apa yang terjadi? Tapia pa menurut Ekonom kita? Kata mereka Itu kan baru dalam bentuk LOI “ loan of interes” dan itu juga baru di kawasan INti? Bagaimana diluarnya? Bla..bla…Memang Sih susah ya menghadapi para ahli atau orang yang pikirannya itu selalu nyinyir. Selalu datang dari semangat “menghambat”.

Kita sering Lupa? Apa yang membuat investor tertarik untuk menanamkan uangnya di Indonesia? Termasuk di IKN Ada beberapa faktor keuntungan yang menjadi motif investor asing misalnya upah buruh yang murah, dekat dengan sumber bahan mentah, luasnya pasar yang ada bagi 275 juta jiwa , menjual teknologi, menjual bahan baku untuk dijadikan barang jadi, insentif untuk investor. Dll.

Road Map IKN menuju Indonesia 2045

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Bappenas, Sumedi Andono Mulyo menyebut pihaknya sudah menyiapkan “Road Map” peta jangka panjang untuk mendukung IKN sampai tahun 2045. Saat Media Gathering di MyTen Coffee & Eatery Senayan Park, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2022). Menurutnya ada lima tahapan yang sudah disiapkan untuk membangun IKN hingga 2045.

  • Tahap 1 pada 2022-2024, fokus pembangunan antara lain pembangunan KIPP, pembangunan transportasi, penyediaan air minum, drainase, kelistrikan, perumahan, pemindahan ASN, TNI, dan Polri.
  • Tahap kedua pada 2024-2029 fokus pada perluasan infrastruktur mobilitas, seperti bandara, jalan tol dll. Pengembangan sistem pertahanan dan sistem keamanan, tahun ini juga masih melaksanakan pemindahan ASN, TNI dan Polri.
  • Tahap ketiga, pada 2030-2034 pemerintah siap membangun sistem transit dan angkutan umum berbasis jalan dan rel. Peningkatan Investasi lewat penguatan 6 klaster industri dan 2 klaster pemampu. Yang meliputi ekonomi, industri teknologi bersih, farmasi, pertanian berkelanjutan, ekonomi wisata, energi rendah karbon, serta produk kimia. Lalu klaster pendukungnya smart city dan pendidikan abad 21.
  • Tahap keempat yaitu 2035-2039 mulai disiapkan KA Trans Kalimantan dan KA perkotaan. Pemerintah masih melanjutkan pemindahan TNI Polri pada tahapan ini.
  • Tahap kelima, yaitu 2040-2045 diharapkan penyediaan fasilitas infrastruktur dan transportasi diharapkan telah selesai.Sementara pemindahan ASN, TNI,  Polri masih terus berlanjut, kalau masih dibutuhkan.

Pada saat ini Hutama Karya tengah melakukan  Land Clearing  lahan IKN seluas 6.600 hektare dan diharapak  sudah terbuka pada April-Mei 2023. Saat ini pemerintah tengah membuat kavling-kavling yang sudah  ditawarkan pada investor tersebut. “Jadi setelah Mei 2023, swasta sudah bisa masuk,” ujar Kartika Wamen BUMN saat berkunjung ke IKN pada 23 Desemebr 2022. Dia optimistis, Istana Presiden sudah rampung 2024. Saat itu, Istana Presiden sudah bisa menyelenggarakan upacara 17 Agustus 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *