Tantowi Yahya; Pemerintah Memang Tidak serius membangun Wilayah Perbatasan

Kom-1diprbtsn
Komisi I DPR-RI sebanyak tujuh orang terdiri dari; Ny. Soemintarsih, Mochammad Ruslan, Tantowi Yahya, Achmad Basarah. Fayakhun Andriadi, Achmad Daeng Sare dengan pimpinan Hayono Isman. Melakukan kujungan kerja ke Wilayah Perbatasan, Kalimantan timur khususnya Balikpapan,Tarakan, Nunukan, Sebatik dan Tawao (Sabah, Malaysia). Kunker itu sendiri adalah ritual jalan panjang yang sungguh melelahkan, perhatikan misalnya, mereka berangkat jam 06.00 dari Jakarta 8 Desember dan tiba di Balikpapan jam 10.00 wita, setelah istirahat sejenak mereka berkunjung ke asrama prajurit kodam VI/TPR di Asrama Bukit, Balikpapan barat, mereka melihat barak prajurit dengan sekat-sekat dinding triplek, tanpa pentilasi, tanpa plafon. Istilah mereka, semua kegiatan di masing-masing kamar baik siang maupun malam praktis bisa diketahui oleh tetangganya; mereka bilang kondisi seperti itu sesuatu yang kurang manusiawi dan juga melanggar hak azazi.

Yang lebih membuat mereka terpana, adalah ketika mereka melihat sendiri realitas wilayah perbatasan, yang dalam hal ini di sungai Nyamuk, Pulau Sebatik. Di sana mereka melihat rumah penduduknya terbagi dua, dapurnya masuk wilayah Malaysia maka serambinya di Indonesia atau bisa juga sebaliknya. Mereka juga melihat tidak adanya sarana dan prasarana yang bisa dipakai untuk mempertahankan wilayah perbatasan. Sengaja kita tidak sebutkan di sini bagaimana “ gelar pasukan kita di wilayah perbatasan”, terlebih lagi setelah mereka dengar sendiri bahwa prajurit TNI-AL itu kalau berlayar, keluarga mereka itu hanya dibayar pemerintah sebesar Rp 100/hari sebagai uang pisah keluarga, dan uang kesehatan sebesar Rp 50/hari, kepada istri-istri mereka, sengaja saya tidak tuliskan gimana kira-kira reaksi mereka tentang kondisi itu. Sebab hal seperti itu tidak baik untuk dimuat di sini. Terlebih lagi setelah mereka melihat Tawao, ibu kota salah satu Kabupaten di Negara tetangga; yang infra strukturnya bisa
“ melebihi ” Balikpapan sendiri. Maka yang terjadi kemudian ramai-ramai mereka menyebutkan dan buat statemen lewat saluran mereka masing-masing ; menurut Tantowi Yahya, pemerintah memang tidak pernah serius berkeinginan untuk membangun wilayah perbatasan.

Tetapi itu memang sisi sedihnya, sisi positifnya pemerintah kini tengah menyelesaikan pembentukan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Diharapkan pada bulan januari 2009, badan itu sudah akan jadi, dan semua pihak berharap badan ini mampu menyelesaikan berbagai hal terkait pembangunan wilayah perbatasan. Begitu juga dengan para prajurit TNI, pemerintah akan memberikan tunjangan untuk mereka yang bertugas di wilayah perbatasan. Meski harus diakui, bahwa memang masih ada para abdi Negara yang juga sama-sama mengabdi di wilayah perbatasan namun belum juga mendapatkan tunjangan seperti itu. Semoga.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge