-
Sisi Lain dari Lingkungan Hidup
No Comments
Selama ini saya mempunyai pemikiran yang beda dalam melihat perjuangan para pencinta lingkungan khususnya di negeri kita ini; meski saya percaya apa yang mereka perjuangkan itu benar adanya, tetapi cara saya melihatnya sangat berbeda. Katakan misalnya kegiatan walhi selama ini, misalnya mereka telah memperkarakan.. pemerintah dan PT Inti Indorayon Utama ke pengadilan karena dinilai merusak lingkungan hidup di wilayah Porsea. Oleh pengadilan, Walhi dinyatakan kalah.Begitu juga dalam kasus lain yang digugat Walhi seperti PT Freeport Indonesia, PT Newmont Minahasa Raya, PT Lapindo Brantas. Pada semua gugatan itu, Walhi dinyatakan kalah. Yang menarik perhatian saya adalah warga yang berada dan memperoleh kelansungan hidupnya di sekitar Taman-Nasional yang ada di seluruh nusantara (saya sering melihat warga di wilayah perbatasan Kalimantan, Papua dan Sulawesi yang jadi taman nasional). Sungguh ironis, mereka di larang mencari kehidupan di hutan-hutan itu, sementara dunia memperoleh untung berupa iklim yang membaik. Dan para pencinta lingkungan juga makin terkenal, karena mereka “seolah” ikut melestarikannya. Yang jadi buntung itu ya masyarakat yang berada di sekitarnya itu.
Mereka yang punya wilayah, tetapi Dunia dan Negara dengan arifnya menarik garis batas sebagai taman nasional hutan lindung tanpa merasa perlu mendapat masukan dari mereka yang sudah ada sejak zaman nabi Adam di wilayah itu . Padahal yang menjadi masalah ini kian tidak terkendali adalah adanya kegiatan, eksploitasi yang saat ini berlangsung di negeri kita, dan pemerintah merestuinya yakni dengan menempatkan Indonesia sebagai penyedia bahan baku murah bagi negara-negara maju. Orientasi eksploitasi kita adalah bahan baku murah belum diolah untuk di ekspor.
Sebagian besar bahan tambang serta produk industri kehutanan dan perkebunan kita diekspor ke negara-negara maju. Dan adalah sangat logis untuk menjaga keamanan konsumsi industeri di dunia maju, mereka mendorong perusahaan-perusahaannya menjadi pelaku utama pengerukan alam Indonesia. Lobi intensif dilakukan agar Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang dapat menguntungkan mereka.
Terus terang dan saya percaya ini bisa jadi salah, tetapi di mata saya ya seperti itu mereka yang bergerak di lingkungan hidup itu ya bagian dari “scenario besar” Negara maju itu, artinya kita melihat para pencinta lingkungan itu telah “mati-matian” memperjuangkan lingkungan hidup, tetapi kan “kalah” melulu, artinya Negara kita tetap mengekspor bahan baku murah, dan para pelaku lingkungan hidup kita juga makin berkibar, ya dalam nama makin popular dan juga pada penghasilan mereka.
Tetapi bagaimana dengan mereka yang hidupnya tersingkir dari Taman-taman itu? Inti tulisan ini adalah cobalah kita memikirkan warga kita yang terkena langsung dari penegakan lingkungan hidup ini, terutama warga kita yang hidupnya sangat tergantung pad ataman-taman nasional tersebut, kalau hidup mereka sudah bisa kita buat benar dan baik, barulah kita memperjuangkan lingkungan hidup yang lebih baik; lebih baik bagi warga kita dan warga dunia.












Follow Us!