Blog

Pengembangan Pasar Skouw Perbatasan Papua Dengan Pola Wisata Belanja

Oleh harmen batubara

Perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini sudah jadi objek wisata alternatif yang unik di bagian ujung timur Indonesia khususnya di Papua. Pintu perbatasan ini terletak du Desa Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura. Sedangkan jika dilihat dari Papua Nugini, pintu perbatasan ini terletak di Desa Wutung, Provinsi Sandaun, Papua New Guinea. Data pos pantauan imigrasi, mencatat dalam sehari ada sekitar 500 orang yang melintasi batas kedua negara ini. Para pelintas batas ini biasa datang pada pagi atau siang hari dengan membawa hasil bumi dari wilayahnya, dan kembali lagi pada sore atau esok hari setelah puas berbelanja di pasar Skouw. Pada hari libur orang yang melintas semakin banyak, mengingat lokasi ini menjadi salah satu objek wisata menarik di Papua.

Perbatasan dua negara ini ditandai oleh gapura berwarna kuning pada kedua wilayah. Di wilayah Indonesia pada hari hari tertentu dipenuhi bendara Merah Putih dan dihiasi TIFA berukuran besar. Sementara gapura di kawasan Papua Nugini berbentuk TOTEM dengan papan bertuliskan “Welcome to Papua New Guinea”. Uniknya meski terpisah oleh batas Negara, mereka tetap hidup rukun dan damai, dalam tatanan kekerabatan, mereka memang masih mempunyai ikatan tali persaudaraan.Tak hanya itu, Anda juga bisa membeli berbagai pernak-pernik khas Papua di kios yang banyak ditemukan di kawasan pasar perbatasan ini. Warga kedua negara banyak yang menjajakan berbagai souvenir, seperti tas, noken, kaos, topi, hingga kain dengan motif khas Papua dari etnisnya masing-masing.

Perbatasan Indonesia- RI-PNG- berjarak sekitar 65 Kilometer dari arah Timur Kota Jayapura atau dapat memakan waktu perjalanan sekitar 70 menit dengan kendaraan darat. Kondisi jalanan untuk menuju ke perbatasan ini sangatlah bagus, aspalnya tergolong  baik dan lebar jalannya sekitar enam meter, akan membuat perjalanan menjadi menarik dan lancar. Belum ada angkutan umum dari Kota Jayapura yang melayani rute kesini. Untuk itu anda bisa menyewa kendaraan, baik kendaraan mobil maupun ojek. Kalau mobil bisa antara 400-500 ribu sekali antar atau bisa juga dengan rental sekitar 750 ribu – 1 juta perhari. Kalau ojek bisa bervariasi antara 100-150 ribu.

Bagian dari Kota Jayapura

Gerbang perbatasan RI-PNG di desa Skouw, merupakan wilayah kota Jayapura, yang sebenarnya juga adalah kota pantai.  Jayapura sendiri secara morfologi merupakan sebuah kota di teluk yang terlindung dan memiliki panorama yang luar biasa cantik, sayangnya pantainya malah kurang di lindungi. Kota yang terletak di teluk Humbolt ini merupakan kota dengan pantai dengan wilayah datar yang sempit, langsung berbatasan dengan perbukitan dan pegunungan Cyclops. Kota ini sendiri secara resmi berdiri pada 7  Maret 1910 dengan nama Holandia.

Secara geografi ada 4 bagian wilayah Kotamadaya Jayapura, yaitu pusat kota yang letaknya memang di kota lama Holandia di ujung muara sungai Numbai, wilayah daratan langsung bertemu dengan teluk Humbolt. Bagian kedua adalah  wilayah perbukitan sepanjang pusat kota sampai Waena, meliputi area wilayah perbukitan mulai dari Trikora, Angkasa, sampai ke wilayah UNCEN. Bagian ketiga  adalah wilayah hinterland pantai yang juga berdekatan dengan danau Sentani yaitu wilayah Abepura dan Waena, bagian wilayah ini memiliki morfologi yang  datar, Waena merupakan wilayah bergelombang dan langsung bertemu dengan Pegunungan Cyclops, dan keempat adalah daerah dataran mulai dari Abefura-menyusuri pantai ke wilayah Arso- Skouw distrik muara Tami atau perbatasan, tempat yang indah bagi pengembangan kota.

Pemkot Jayapura dalam pengembangan sistem sarana dan prasarana wilayah terkait transportasi darat, rencananya akan mengembangkan beberapa terminal, yakni TERMINAL REGIONAL DAN BARANG (mantab lagi kalau sejenis Dry Port) di Skouw, untuk melayani jalur transportasi kawasan Timur kota dan perbatasan dengan Papua New Guinea. Pengembangan dan pemantapan fungsi terminal di Kelapa Dua Entrop menjadi terminal tipe A untuk melayani pergerakan dalam dan antar kota. “Pengembangan terminal batas kota di Waena, pengembangan terminal regional Pasar Youtefa untuk melayani Kota Jayapura , Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura dan pengembangan terminal Mesran sebagai terminal kota. “Sedangkan untuk transportasi laut terdiri dari pengembangan pelabuhan perintis di APO menjadi pelabuhan penumpang dan pengembangan pelabuhan Yos Sudarso di Kelurahan Numbay sebagai pelabuhan Peti Kemas/Kontainer.

Papua memiliki sejumlah obyek wisata yang menarik, dan salah satu obyek wisata yang terkenal adalah Danau Sentani yang merupakan danau terbesar di Papua. Danau Sentani yang berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, memiliki luas sekitar 9.360 hektar, dan berada pada ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Di danau ini terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Terdapat banyak perahu untuk berkeliling di Danau Sentani. Sentani berarti “di sini kami tinggal dengan damai”, nama yang ditasbihkan oleh Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898.

Obyek wisata lainnya adalah Kampung Tablanusu yang terletak di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Andalan utama kampung wisata ini adalah Pantai Tablanusu. Kampung ini memiliki luas sekitar 230,5 hektar yang didiami sepuluh suku, yaitu Suku Sumile, Danya, Suwae, Apaserai, Serantow, Wambena, Semisu, Selli, Yufuwai, dan Yakarimilena. Sejak Tahun 2008, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah mencanangkan kampung ini sebagai kampung wisata. Kampung ini ramai dikunjungi masyarakat untuk berbagai kegiatan, seperti bertamasya maupun berkemah di tepian pantai sambil menyambut matahari pagi. Pengunjung dapat menikmati wisata hutan, wisata pantai, wisata telaga air tawar, wisata sejarah, dan wisata budaya. Kalau anda suka mincing, di sini air lautnya bening,  nyaman untuk berenang atau menyelam melihat kekayaan bawah lautnya.  Kampung Wisata Tablanusu telah dilengkapi dengan fasilitas penginapan, dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu tersedia juga berbagai fasilitas, seperti restoran, pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan, dan warung yang menyediakan aneka makanan, minuman, serta souvenir khas masyarakat setempat.

Mengembangkan Kota Perbatasan

Untuk membuat pasar Skouw atau pintu perbatasan jadi objek yang lebih menarik lagi adalah dengan mengembangkan potensi wilayah ini dengan objek menarik di sekitarnya. Bisa lewat jaringan wisata alam atau wisata belanja. Kalu wisata alam tentu dengan mengkoneksikannya dengan lokasi-lokasi wisata alam di sekitarnya, baik dengan pantai Holtekamp, Base-G,  danau Sentani atau Kampung Tablanusu dll. Kalau wisata belanja dengan mengaitkannya dengan lokasi-lokasi belanja yang ada di sekitar Jayapura seperti :  pasar Ampera, pasar Hamadi, pasar Entrop (Kelapa Dua) dan pasar Youtefa tetapi ini harus dimulai dengan pemenuhan sarana dan prasarana penunjang seperti seperti sarana jalan dan transportasi, air bersih, sanitasi, fasilitas pasar yang baik, terminal penghubung, dan lain- lain. Sarana yang memang diperlukan untuk pengembangan sebuah kota yang baik. Kalau sekarang ini, maka yang jadi penghalang utama berkembangnya pasar Skouw di perbatasan adalah minimnya sarana penunjang. Kalaupun ada, baru sebatas seadanya dan di situlah persoalannya.

Pengembangan kota merupakan sesungguhnya tergolong paling kompleks, dimana perkembangan dan pembangunannya berjalan, seiiring dengan aktifitas kota tersebut dalam mengikuti perkembangan jaman maupun tuntutan hidup warganya. Pembangunan kota yang berkelanjutan diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, guna mendukung berjalannya aktifitas kota. Sarana dan prasarana seperti jalan, air bersih, sanitasi, pasar, terminal, dan lain- lain harus seimbang dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri, jika tidak maka akan menimbulkan efek negatif yang merugikan masyarakat dan semua pihak dan gejala itulah kini yang terlihat di pasar perbatasan Skouw Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *