Blog

Pembangunan Kawasan Perbatasan Darat Indonesia Baru Sebatas Perencanaan

Kalau memperhatikan Malaysia membangun kawasan perbatasannya, maka satu hal yang konkrit. Mereka melakukannya sesuai dengan Rencana Tata Ruang Nasionalnya dan Pola pengembangan kawasan perbatasan Sarawak dan Sabah. Pintu-pintu gerbang perbatasan Internasional atau yang dikenal dengan PPLB mereka lakukan sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Mereka mensinergikan PPLB dengan dengan Dry Port ( Tebedu) dan Pelabuhan Peti Kemas – Bandar Udara Internasional-Kuching jadi poros utama negara itu trans Asean ( Asean konektivity).

Sementara pola pembangunanya di sisi Indonesia caranya  sungguh berbeda. Pertama RUTRnya sendiri belum ada (belum disahkan) dan masing-masing Pemda berlomba untuk membuka Pintu Lintas Batas yang ada.( Secara teori PPLB dibangun atas kesepakatan dua negara RI dan Malaysia). Tetapi pada kenyataannya, Indonesia membangun sendiri PPLB nya dan jelas tidak terhubung dengan PPLB negara tetangga. Akibatnya banyak pembangunan fisik yang ada di perbatasan hanya jadi muspro dan sama sekali tidak termanfaatkan. Misalnya pembangunan Pos Pam Terpadunya Kemhan di Jagoi Babang. Sementara di Papua di Skow, terdapat juga hal serupa. Melihat peluang Pasar Skouw, Pemerintah Provinsi Papua pun pada 2012 membangun pasar yang lebih modern. Namun, faktanya pembangunan pasar itu mubazir dan tak dapat digunakan. Pedagang malah membangunnya dengan bahan apa adanya.

Potensi Perbatasan Sebenarnya Besar

Bacalah misalnya tulisan Rizal Layuck Kompas 23/6/2013 – Jantung kehidupan orang Wutung dan Vanimo, Papua Niugini, seolah berada di Pasar Skouw, Jayapura, pasar Papua. Di kawasan lintas batas Indonesia dengan negeri tetangga tersebut, denyut nadi ekonomi Wutung dan Vanimo memang sangat bergantung pada keberadaan pasar tersebut.Orang Vanimo melukiskan kaki mereka menginjak tanah Papua Niugini (PNG), tetapi perut mereka berada di Pasar Skouw. ”Kalau Pasar Skouw ditutup, kami mau makan apa?” tanya Willy Tanfa (42), warga Distrik Wutung, Kota Vanimo, PNG, Kamis (20/6) lalu.

Oleh karena itu, warga Vanimo tak melewatkan hari-hari mereka jika pasar digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu setiap minggu. Pada setiap hari pasar, warga Vanimo pun berbondong-bondong masuk Pasar Skouw secara bergelombang dari pagi pukul 07.00 hingga sore pukul 17.00.

Namun, Willy mengenang masa pahit pada September 2012 lalu, yaitu pada saat Pasar Skouw ditutup akibat perkelahian anak-anak muda Skouw dan warga Wutung. Ketika itu, ribuan warga Skouw menutup pintu masuk ke pasar sehingga membuat warga Vanimo kebingungan entah mau belanja ke mana lagi selain ke Wutung dan Vanimo. Menurut Tanfa, warga Vanimo lainnya, hidup mereka semakin susah jika tak ada pasar tersebut. Mereka pun berharap Pasar Skouw segera dibuka kembali.

Distrik Wutung berjarak 2 kilometer dari kawasan Skouw. Sedangkan kota Vanimo dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau mobil selama satu tajam. Namun, keberadaan dua kawasan PNG tersebut terhalang dengan pos lintas batas dua negara. Vincent, warga Vanimo yang ditemui di pasar, menambahkan, ongkos perjalanan menggunakan kendaraan umum menuju Pasar Skouw sebesar 10 kina atau sekitar Rp 40.000. Kina adalah mata uang PNG.

Meski demikian, biaya transportasi tidak menjadi persoalan bagi warga Vanimo karena ongkos berapa pun itu dapat ditebus dengan penjualan barang-barang mereka di Pasar Skouw. ”Harga barang di Pasar Skouw lebih murah, dua hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan di Vanimo,” aku Vincent. Misalnya, sekaleng minuman ringan yang dibeli di Pasar Skouw dengan harga Rp 5.000 per kaleng, tetapi bisa laku dijual di Vanimo lebih mahal, yaitu Rp 12.000 per kaleng.

Tak hanya itu, harga bensin dan solar di Pasar Skouw juga lebih murah. Meskipun Pemerintah Indonesia telah menaikkan harga bensin (Premium)
dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 per liter, harga itu sangat rendah dibandingkan dengan harga bensin Vanimo yang mencapai Rp 12.000 per liter. Sebenarnya, membeli bensin dan solar dilarang di Pasar Skouw, tetapi pembelian dapat dilakukan di pengecer dengan jumlah terbatas atau hanya lima liter.

Nextt Golf Men's Z One Elite Complete Set, 17 Piece (Right Hand Outfit)

Nextt Golf Men’s Z One Elite Complete Set, 17 Piece (Right Hand Outfit)
From Nextt Golf

List Price: $500.00
Price: $179.99 & eligible for FREE Super Saver Shipping on orders over $25. Details

Availability: Usually ships in 24 hours
Ships from and sold by Amazon.com

2 new or used available from $179.99

Average customer review: 
(1 customer reviews)

Product Description

Z One sets offer the latest in equipment technology. with sets targeting different player profiles, Z One is sure to meet the needs of every improving golfer

Transaksi cukup tinggi

Jika dihitung secara kasar, transaksi berdagang di lintas batas Indonesia dan PNG, khususnya di Pasar Skouw, rata-rata bisa beromzet Rp 1 miliar setiap hari. Sebab, begitu banyak jenis barang yang diperdagangkan, yang melibatkan banyak orang dengan tingkat harga yang relatif tinggi. Sejauh ini, perdagangan lintas batas di Pasar Skouw terbuka berjalan selama tiga hari dalam seminggu.

Ahmed, koordinator pedagang di Pasar Skouw di Jayapura, mengatakan, setiap hari, pasar kawasan Skouw dikunjungi sekitar 500 sampai 1.000 orang warga PNG. Taksiran angka Rp 1 miliar juga bisa dilihat dari penukaran uang asal PNG dengan uang rupiah kita. Warga Vanimo yang berbelanja di Pasar Skouw hampir semuanya menggunakan uang kina.

Erni, asal Makassar, Sulawesi Selatan, penukar mata uang di Pasar Skouw mengatakan, setiap hari ia menukar uang kina hingga 60.000 kina atau sekitar Rp 243 juta. Erni membeli satu kina dengan mata uang rupiah sebesar Rp 4.050, yang kemudian dijual kembali dengan harga Rp 4.100 hingga Rp 4.200.

Menurut Erni, penukar uang kina di Pasar Skouw bisa mencapai 10 orang. Namun, pada menjelang akhir tahun, terutama pada November dan Desember, penukar uang kina semakin bertambah. Ini sejalan dengan semakin meningkatnya omzet penjualan di Pasar Skouw. Warga Vanimo biasanya berbelanja bermacam-macam, Mulai kebutuhan hidup sehari-hari, tekstil, tas, minuman ringan, hingga bensin.

Perdagangan lintas batas di kawasan perbatasan kedua negara sebenarnya tak seimbang. Sebab, barang-barang yang dibeli orang Indonesia dari orang Vanimo hanya buah pinang dan cokelat serta kulit kayu. Jumlahnya pun terbatas. ”Jadi, sesungguhnya kami beruntung menjual barang Indonesia ke sana dalam jumlah besar,” kata Ahmed lagi.

Menurut dia, transaksi di Pasar Skouw pada dua tahun terakhir sebenarnya menurun. Meski demikian, perdagangan barang asal Indonesia justru meningkat tajam. Melihat transaksi yang cukup besar itu, Ahmed berharap Bank Indonesia (BI) segera membuka cabang khusus di Pasar Skouw. ”Ini pasar yang prospeknya cukup baik dan bisa menopang ekonomi dua wilayah di perbatasan,” kata Ahmed.

Pasar Skouw merupakan pasar tradisional yang telah berdiri sejak tahun 2005. Semula, jumlah pedagangnya hanya tujuh orang. Kini, berkembang pesat dengan jumlah pedagang membengkak lebih dari 200 pedagang. Mereka berdatangan dari sejumlah daerah di Indonesia. Melihat peluang Pasar Skouw, Pemerintah Provinsi Papua pun pada 2012 membangun pasar yang lebih modern. Namun, pembangunan pasar itu mubazir dan tak dapat digunakan. Pedagang pun membangunnya dengan bahan apa adanya.

Membangun Sinergitas Papua Lewat Jalan Trans Papua

Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat memprakarsai pembangunan jalan baru di Provinsi Papua dan Papua Barat sepanjang 1.500 kilometer. Pembangunan tersebut memperkuat jalur lintas Papua-Papua Barat. Pembangunan itu rencananya dimulai Maret 2013 dan ditergetkan rampung pertengahan 2014. Sesuai rencananya  TNI akan dilibatkan dalam pembuatan jalan tersebut.

Asisten Ahli Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Dodi Imam Hidayat, Rabu (16/1/2013), di Jayapura, menjelaskan, pembangunan jalan ini bertujuan membuka isolasi wilayah Papua dan Papua Barat. Pembangunan jalan ini melintas mulai dari Wasior di Papua Barat sampai Yahukimo di Papua. Ia menambahkan, panjang ruas jalan di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat masih jauh dari memadai. Saat ini, ada sekitar 3.000 kilometer jalan yang menghubungkan berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat. Sekitar 70 persen atau 2.100 kilometer jalan belum beraspal.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, UP4B yang dibentuk Presiden akhir 2011 juga punya program percepatan pembangunan bandar udara. Sebanyak 35 landasan udara di Papua dan 14 di Papua Barat tengah dikembangkan. UP4B juga mendorong percepatan pembangunan 21 pelabuhan di seluruh wilayah Papua hingga 2014 sebelum masa tugas UP4B berakhir.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua Elia Loupatty mengatakan, apa yang diupayakan UP4B telah menolong Papua. ”Apa yang sebelumnya sulit diperoleh menjadi mudah,” kata Elia. Kepala UP4B Bambang Darmono mengatakan, dalam proses pembangunan infrastruktur dasar itu, Kementerian Kehutanan turut mendukung. Dukungan itu antara lain berupa surat izin pemanfaatan Taman Nasional Lorentz untuk pembangunan jalan.

Semangat Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus

Dalam perencanaan, pemerintah juga memperkenalkan konsep pembangunan  kawasan  strategis  di  Provinsi  Papua  yang dimaksudkan  untuk meningkatkan  potensi  ekonomi  wilayah  melalui  koridor  ekonomi  dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan dengan pengembangan klaster industri dan  atau  kawasan  ekonomi  khusus  (KEK)  berbasis  sumber  daya  unggulan  di kawasan strategis sesuai dengan arahan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025 pada Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku.

Kawasan  strategis  di  Provinsi  Papua  dalam MP3EI 2011-2025 adalah Jayapura, Timika, dan Merauke. Hanya saja tanpa adanya suatu dukungan urat nadi ekonomi yang berupa sarana jalan transportasi darat yang menghubungkan kawasan-kawasan strategis tersebut, maka bisa dibayangkan klaster-klaster industry itu tidak akan bisa tumbuh realistis, karena ekonomi biaya tinggi.

Sekarang ini apa yang bisa kita lihat di Papua masih jauh dari harapan. Meski pada perencanaannya sangat baik, tapi antara perencanaan dan aksi di lapangan masih seperti antara langit dan bumi. Cobalah misalnya lihat keberadaan Pos-pos TNI di sepanjang Perbatasan. Dari segi jumlah sudah cukup banyak, dari segi “deterrence” mungkin dalam skala tertentu masih dapat dimaklumi, tetapi dari segi fungsi, kemampuan mobilitas, kemampuan komunikasi sama sekali sangat memprihatinkan. Untuk drop logistik mereka saja, masih merupakan persoalan besar. Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun. Kalau ada gangguan keamanan pertahanan satu tralap saja seperti yang lazim kita temukan dalam scenario latihan maka Papua sudah “selesai”.

Idealnya dalam konstek lemahnya transportasi darat di Papua, maka sudah seharusnya TNI-Polri-dan Pemda mempunyai sarana mobilitas udara yang tangguh, yang dapat dipergunakan kalau sarana transportasi udara umum mengalami gangguan. Sayangnya sarana seperti itu belum ada dan juga tidak terpikirkan; padahal kemampuan Mobilitas Udara mutlak diperlukan di Papua, baik demi ekonomi pembangunan maupun keamanan.

Demikian juga dengan mobilitas lautnya. Kalau pada era Soekarno dahulu, pertahanan kita adalah yang terbaik di belahan bumi selatan. Kekuatan senjata Australia- China apalagi Belanda belumlah ada apa-apanya. Tetapi kini pertahanan kita di sana seolah kembali ke zaman DI-TII dan Permesta. Kalau Kapalnya ada, maka BBMnyalah yang tidak terdukung dan sebaliknya.

6 Responses

Page 1 of 1
  1. author says:

    Pasar Skouw merupakan pasar tradisional yang telah berdiri sejak tahun 2005. Semula, jumlah pedagangnya hanya tujuh orang. Kini, berkembang pesat dengan jumlah pedagang membengkak lebih dari 200 pedagang. Mereka berdatangan dari sejumlah daerah di Indonesia. Melihat peluang Pasar Skouw, Pemerintah Provinsi Papua pun pada 2012 membangun pasar yang lebih modern. Namun, pembangunan pasar itu mubazir dan tak dapat digunakan. Pedagang pun membangunnya dengan bahan apa adanya.

  2. Larhonda says:

    I loved as much as you’ll receive carried out right here.
    The sketch is tasteful, your authored material stylish. nonetheless, you command get got an nervousness over that you wish
    be delivering the following. unwell unquestionably come more formerly again as exactly the same
    nearly a lot often inside case you shield this hike.

  3. http://clharvester.com/ says:

    There are simply some people who seem to take great pleasure in flagging ads whether they are
    legitimate or not. Realizing there was nothing on the market
    she invented a zippered bag where the stuffed animal is deposited then put in
    the washing machine. Don’t rely on Craigslist for
    your major advertising venue.

  4. Jerilyn says:

    Hi! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be okay.
    I’m undoubtedly enjoying your blog and look
    forward to new updates.

  5. personal Injury Waiver says:

    Wonderful website. Plenty of useful info here. I am
    sending it to some pals ans additionally sharing in delicious.

    And certainly, thanks to your sweat!

  6. hogan italia says:

    I constantly spent my half an hour to read this web site’s articles
    or reviews every day along with a mug of coffee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *