Blog

Mercusuar di Tanjung Datu, Malaysia Selalu Mengambil Keuntungan Saat Indonesia Lengah

Oleh harmen batubara &Rochyadi

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Pontianak Kolonel Laut (P) Dwika Tjahja Setiawan membenarkkan adanya aktivitas pembangunan beacon atau rambu suar yang dilakukan Malaysia di kawasan Tanjung Datu, Kabupaten Sambas.Keterangan Dan Lanal ini mematahkan informasi yang berkembang di kalangan jurnalis Malaysia bahwa Malaysia membangun mercusuar di kawasan Tanjung Datu.

Malaysia dari dahulu memang selalu memanfaatkan setiap kelengahan Indonesia untuk kepentingannya, peristiwa pembuatan Mercu Suar inipun terjadi di saat Indonesia tengah sibuk dengan pemilihan Presidennya. Dari lapangan kita ketahui, mereka membangun tiang pancang baru pada koordinat 0˚20’5 LU; 109˚38’ 7 BT

Dari berbagai info yang kita kumpulkan pihak Malaysia memang belum pernah mengutarakan rencana pemasangan Mercusuar ini ke Tim Kerja Perbatasan Indonesia-Malaysia. Padahal lazimnya kerja sama dua negara terkait batas, hal-hal seperti ini mestinya dibicarakan dahulu diantara kedua pihak. Hal seperti ini terjadi dengan baik antara Indonesia dan Papua Nugini ataupun dengan Timor Leste.

Berdasarkan pernyataan pers Kementerian Luar Negeri, Kemlu juga ternyata belum tahu terkait kegiatan Malaysia ini, hal ini terlihat  dari siaran Pers Kemlu yang menyatakan telah menerima laporan resmi dari TNI Angkatan Laut mengenai adanya kegiatan pembangunan tiang pancang rambu suar oleh Malaysia, dan lokasi pembangunan tiang pancang suar tersebut berada di dalam garis landas kontinen Indonesia berdasarkan perjanjian Indonesia (RI – Malaysia) tahun 1969.

Indonesia Perlu Selalu Waspada

Kali ini, Mabes TNI bersikap tegas atas aksi Malaysia yang membangun mecusuar di wilayah Landas Kontinen Indonesia  di Tanjung Datu. “Itu wilayah abu-abu, itu status quo. Nggak boleh masuk,” jelas Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya saat detikcom, Rabu (21/5).Kapal perang TNI dan pesawat pengintai sudah melakukan pemantauan dan pemotretan. Kapal perang hanya berpatroli di sekitar pembangunan mercusuar itu. “Jangan sampai mereka masuk perairan Indonesia,” tegas Fuad.

Kalau kita melihat permainan bola, pihak Malaysia memang selalu melakukan profokasi agar terjadi pelanggaran, dan mereka dapat hadiah tembak Finalti. Kali inipun yang mereka lakukan adalah sebuah profokasi berdarah dingin. Bayangkan mereka melakukan pembuatan mercusuar di lahan yang masih jadi sengketa, Tanjung Datu. Indonesia selalu mengingat ketidak fairan Malaysia di perbatasan terkait wilayah Tanjung Datu dan bagi Indonesia hal seperti itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat.

5 Responses

Page 1 of 1
  1. author says:

    Kali ini, Mabes TNI bersikap tegas atas aksi Malaysia yang membangun mecusuar di wilayah Landas Kontinen Indonesia di Tanjung Datu. “Itu wilayah abu-abu, itu status quo. Nggak boleh masuk,” jelas Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya saat detikcom, Rabu (21/5).Kapal perang TNI dan pesawat pengintai sudah melakukan pemantauan dan pemotretan. Kapal perang hanya berpatroli di sekitar pembangunan mercusuar itu. “Jangan sampai mereka masuk perairan Indonesia,” tegas Fuad.

  2. Panii says:

    Nasib punya tetangga Maling … ya mesti selalu waspada ..

  3. hargasecondhp says:

    sampai kapan malaysia terus melecehkan nkri??mudah-mudahan pemimpin yang akan datang bisa lebih tegas lagi menghadapi pelanggaran yang dilakukan pihak malaysia

  4. fahrul says:

    hendaknya pemerintah memperhati
    kan wilayah2 indonesia.jangan hanya ngurus ingin menjadi pemimpin aja.

  5. Direct Line says:

    See how much you could save. Buy online or call the UK call centre,
    open Mon-Fri 9am-8pm, Sat 9am-5pm and Sun 10am-4pm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *