Kamboja-Thailand Kian Runcing Tentang Wilayah Batas
Ketika kasus Ambalat muncul ke permukaan, tempo hari, sebenarnya banyak hal yang bisa dipakai untuk memicu hingga terjadinya konflik. Faktanya wilayah perbatasan memang rawan jadi ajang konflik. Lihatlah misalnya bangsa kita dalam menyelesaikan konflik batas, baik itu batas antar provinsi, kabupaten atau Kota. Boleh dikatakan masalah konflik batas yang ada di Depdagri hingga saat ini boleh dikatakan belum ada yang bisa di selesaikan. Kalaupun ada, jumlahnya tidak lebih dari 5 %nya. Karena itu, konflik batas adalah ancaman kerukunan yang paling potensial mengusik ke tentraman di kawasan ini. Lihat misalnya konflik antara Kamboja dan Thailand.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Minggu (8/11), mengumumkan bahwa mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra akan berada di Kamboja pada pekan ini. Thaksin akan memulai pekerjaannya sebagai penasihat ekonomi Kamboja. ”Thaksin akan berada di Kementerian Ekonomi dan Keuangan pada 12 November untuk memberi pengarahan singkat kepada lebih dari 300 pakar ekonomi Kamboja,” kata Hun Sen dalam keterangan pers di Bandara Internasional Phnom Penh.

Kedatangan Thaksin di Kamboja tampaknya akan meningkatkan ketegangan antara Kamboja dan Thailand. Hun Sen memicu ketegangan dengan mengumumkan penunjukan Thaksin, yang digulingkan dalam kudeta tahun 2006, sebagai penasihat ekonomi, Rabu pekan lalu. Setelah kedua negara memulangkan duta besar masing-masing, Thailand mengancam akan menutup perbatasan kedua negara. Hun Sen kemarin balik melontarkan ancaman kepada Thailand. ”Jika Anda ingin menutup (perbatasan), tutup saja. Kita sama-sama rugi. Jika Thailand ingin menutup perbatasan, Kamboja akan mengikuti. Jika Thailand menutup perbatasan, perdagangan Kamboja-Thailand akan terhenti,” kata Hun Sen.
Berbagi beban
Thaksin tinggal berpindah- pindah di luar negeri untuk menghindari hukuman dua tahun penjara atas tuduhan korupsi. Kamboja menilai langkah Pemerintah Thailand bermotif politis dan menyatakan tidak akan mengekstradisi Thaksin jika telah berada di Kamboja. ”Tolong biarkan Thaksin berbagi beban saya untuk meningkatkan perekonomian Kamboja,” kata Hun Sen kepada rakyat Thailand. Di Bangkok, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva mengatakan, langkah yang diambilnya dalam menyikapi ketegangan dengan Kamboja adalah untuk melindungi martabat negara.
”Semua yang telah dilakukan pemerintah adalah demi martabat negara dan rakyat Thailand,” kata Abhisit, sambil menambahkan bahwa rakyat Thailand menghadapi ketegangan itu dengan tenang dan hati-hati. Abhisit mengatakan, Thaksin menghadapi konflik kepentingan karena sebelumnya menjadi pemimpin negosiasi Thailand, tetapi kini bekerja bagi pihak lain.Kedua negara telah berhadapan dalam bentrokan mematikan dalam sengketa tanah di sekitar kuil kuno Preah Vihear di perbatasan sejak Juli 2008. Kemarin Hun Sen mengumumkan penarikan pasukan penerjun payung elite dari area sekitar Kuil Preah Vihear. (afp/fro, kompas, 9/11/2009)



