Konflik di wilayah perbatasan

Clickbank Products

Geografi, Komponen Kunci Mengubah Wilayah Perbatasan Jadi Halaman Depan Bangsa


Clickbank Products

 

Geografi (Geography) merupakan pijakan awal bagi lahirnya Geografi Politik (Political Geography) yang ahirnya mewujud menjadi Geopolitik (Geopolitic atau Geopolitk). Karena  Geografi, tidak sekedar bagaimana menggambar peta yang ilmunya disebut dengan Kartografi (studi tentang peta atau Cartography[1]), juga tidak hanya menjawab apa dan dimana suatu fenomena atau gejala terjadi di atas bumi, melainkan juga menjawab mengapa  fenomena tersebut terjadi di tempat itu dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan ‘lokasi pada ruang’ (spatial location).

Karena Geografi mempelajari gejala-gejala atau fenomena[2] tersebut, baik itu gejala yang disebabkan alam ataupun manusia, serta mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi, selain itu, karena geografi merupakan ilmu yang membahas mengenai fenomena yang terjadi dan distribusi dan susunan seluruh bagian di seluruh bagian permukaan bumi, tidak terkecuali berkaitan dengan fenomena politik, maka tepatlah, geografi sebagai cikal bakal dari geopolitk. Untuk itu di bawah ini sekelumit dijelaskan tentang what, why, where, when, dan how yang terkait dengan geografi. Sehingga dengan pengetahuan tersebut, kita dapat memahami apa itu geopolitik. Karena tanpa memahami ‘geografi’, tidak akan pernah memahami ‘geopolitik’.

Geograf kontemporer memberikan definisi disiplin geografi, antara lain sebagai berikut: “the bridge between the human and the natural sciences,” yaitu jembatan antara manusia dengan ilmu-ilmu pengetahuan alam, “the mother of all sciences,” geografi adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan yang ada, dan “anything that can be mapped.” Apa-apa yang dapat dipetakan itulah geografi.[3]

Scott, memberikan definisi geografi memberikan memberi catatan dan arti penting terhadap hubungannya dengan geografi politik dan geopolitik itu sendiri, yaitu bahwa pertama: Geography is the study of ditributions and interrelationships of the earth fenomena.[4] (geografi adalah kajian tentang distribusi dan antarhubungan gejala atau fenomena bumi). Sedangkan ahi geografi disebut sebagai geograf. Kedua, geograf selalu memberi perhatian terhadap dua hal, pertama,  yaitu lokasi dari sesuatu; dan kedua, sebab akibat dan apa serta bagaimana konsekwensi dari lokasi tersebut.

Dasar tujuan penelitian geografi, adalah untuk meningkatkan pemahaman yang  lebih baik tentang keniscayaan lokasi atau suatu tempat atau spasial, terutamanya adalah untuk memahami bagaimana atau betapa bervariasinya distribusi fenomena permukaan bumi, yang berinteraksi dengan penyebab kesamaan dan atau perbedaan antara tempat atau lokasi yang satu dengan lokasi yang lain.

Dengan kata lain, tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan pemahaman yang mencukupi tentang interaksi spasial (spatial interactions), untuk memberikan peluang bagi terwujudnya sebuah pemahaman komprehensif dari seluruh permukaan bumi dan seisinya sebagai sebuah sistim fungsi (a functioning system) yang ada, dan akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan atau kemiskinan umat manusia di permukaan bumi. Pada dasarnya, manusia itu sendiri merupakan salah satu fenomena geografi sekaligus menjadi salah satu kajian dari geografi itu sendiri.

Karena manusialah geografi ada dan tentu karena manusialah berbagai ruang lingkup geografi , termasuk di dalamnya geopolitik ada.

Geografi merupakan komponen kunci dari pengambilan keputusan dan aksi politik. Perbatasan negara, lokasi dari sumberdaya alam, aksesibilitas ke dan dari pelabuhan, dan tujuan dari dan ke suatu  suatu negara, kawasan, propinsi, dan kabupaten/kota  merupakan bagian kecil dari faktor geografis yang dapat berpengaruh terhadap politik, baik politik dalam negeri maupun politik luar negeri.

Geografi, tidak lebih merupakan “kekuasaan”. Walaupun sering diasumsikan tidak berdosa, geografi dunia bukanlah suatu produk alami, tetapi produk sejarah dari perjuangan antara kompetisi kewenangan dengan kekuasaan mengorganisasi, menduduki dan mengelola administrasi suatu ruang atau wilayah.

Pada konteks perjuangan ini, kartografi dan bentuk lain dari uraian pengetahuan yang mengambil atau mengatasnamakan ‘geografi’, pada masa-masa periode modern dan ditulis atas nama ‘kedaulatan’ (the sovereign), hanya dapat katakan sebagai yang berkaitan dengan politik.

Pada negara lain (negara lawan) geografi telah menjadi beban dan merugikan, karena negara asing yang ekspansionis, bentuk suatu pengetahuan yang disusun oleh kerajaan dan dipersembahkan kepada teritorial yang berkaitan ruang sepanjang garis yang dibangun oleh kerajaan yang berwenang.

Geografi seperti dijelaskan Tuathail, bukan merupakan bawaan alami yang dimiliki oleh bumi, tetapi suatu tulisan aktif terhadap bumi dengan pengembangan dan sentralisasi suatu negara (dahulu merupakan kerajaan). Geografi bukanlah satu ‘kata benda’, tetapi  ‘kata kerja’ yaitu geo-graphing, yaitu suatu proses ‘menulis’ yang masih berjalan hingga ahir jaman nanti.

Yaitu suatu proses yang sedang dan akan terus berjalan, dikarenakan adanya kolonialisme yang memiliki ambisi luar biasa, untuk memperluas ruang dengan cara merampas ruang wilayah negara lain dan mengelolanya serta mengorganisasikannya dalam rangka mencapai visi budaya dan kepentingan material (kepentingan nasional) suatu negara.

Selain proses ‘menulis’ seperti tersebut diatas, terdapat pula ‘menulis’ dengan cara-cara damai, yaitu memperluas ruang wilayah teritorial negara dengan menggunakan legitimasi dari organisasi internasional dengan ‘convention’ atau hukum laut internasional. (Disarikan dari salah satu ceramah Brigjen TNI Makmur Supriyatno,B.Sc,S.Pd,M.pd – Unhan Jakarta).

 



[1] Kartografi atau cartography, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana menggambar peta  atau seni dan teknik membuat peta, termasuk di dalamnya bagaimana memproyeksikan  permukaan bumi yang bentuknya relatif bulat kepada permukaan datar, yaitu peta di kertas. Termasuk pengetahuan bagaimana men-skala-kan permukaan bumi tersebut di atas kertas, dan letak atau posisi dari seluruh gejala atau fenomena tersebut di permukaan bumi.

[2] Gejala-gejala atau fenomena (fenomenon) adala hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); gejala: gerhana adalah salah satu — ilmu pengetahuan; 2. sesuatu yg luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan — tersendiri; 3. fakta; kenyataan: peristiwa itu merupakan — sejarah yg tidak dapat diabaikan. Diunduh dari http://www.artikata.com/arti-327078-fenomena.html  pada tanggal 29 Oktober 2011 pukul 07.05

[3] Paul A. Tucci and Matthew T.Rosenberg, The Handy Geografi Answer Book, Visible Ink Press, 2009, p.1

[4] Scott, Scott, Ralp S, Physical Geography, West Publishing Company, New York, 1996, p.3.

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline