<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wilayah Perbatasan.com</title>
	<atom:link href="http://www.wilayahperbatasan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wilayahperbatasan.com</link>
	<description>Mengkomunikasikan Wilayah Perbatasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 09:46:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Membuka Isolasi Di Wilayah Perbatasan RI-PNG</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/forum-perbatasan/membuka-isolasi-di-wilayah-perbatasan-ri-png/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/forum-perbatasan/membuka-isolasi-di-wilayah-perbatasan-ri-png/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 09:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Di Perbatasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilayahperbatasan.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda bandingkan antara benua Australia dan Papua tentu sangat besar perbedaannya, yang satu benua di daerah dengan empat musim sementara yang satu atau Papua di daerah khatulistiwa dengan satu atau dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Perbedaan lainnya adalah infrastrukturnya, kalau di Australia kemanapun anda mau pergi jalannya sudah ada, bisa jalan darat, laut atau udara. Bahkan dengan hanya bersepada saja anda bisa mengelilingi benua itu kemana saja. Berbeda sekali dengan Papua, hutannya yang lebat, daerah yang berrawa dan pegunungan yang tinggi, boleh dikatakan telah membuat wilayah itu jadi lebih terisolasi lagi; terlebih lagi di wilayah perbatasannya. Kalau digabungkan dengan “budaya korupsi” di Negara kita, maka kualitas infrastruktur perhubungan di papua, khususnya di wilayah perbatasan jelas sangat jauh dibawah standar. Kalau di Negara lain, pembangunan jalan bisa bertahan sampai puluhan tahun, maka di Negara kita hanya bisa sepertiganya. Kualitasnya sangat memprihatinkan, makin ke wilayah perbatasan kualitasnya makin jelek.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/forum-perbatasan/membuka-isolasi-di-wilayah-perbatasan-ri-png//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembangunan di Pulau-pulau Kecil Terluar</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/perbatasan/pembangunan-di-pulau-pulau-kecil-terluar/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/perbatasan/pembangunan-di-pulau-pulau-kecil-terluar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 13:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau-pulau Kecil Terluar]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Perbatasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wilayahperbatasan.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan di pulau-pulau kecil terluar, memang bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih lagi bagi Negara terbelakang sepert Indonesia, terlebih lagi yang kondisi fisiknya yang saling berjauhan dan minim sarana prasarana. Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) umumnya memiliki karakteristik yang khas dan sekaligus menjadi sumber permasalahan yang membutuhkan perhatian dengan permasalahannya:]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/perbatasan/pembangunan-di-pulau-pulau-kecil-terluar//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eks Pengungsi TimTim, Perlu Perhatian</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/perbatasan-wilayah-perbatasan/eks-pengungsi-timtim-perlu-perhatian/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/perbatasan-wilayah-perbatasan/eks-pengungsi-timtim-perlu-perhatian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 03:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[wilayahperbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah eks timtim]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi di perbatasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan warga eks Timor Timur yang saat ini masih bermukim di tempat- tempat penampungan pengungsi di Nusa Tenggara Timur minta perhatian pemerintah. Mereka mengaku kecewa terhadap kebijakan pemerintah dan sampai kini masih hidup prihatin]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/perbatasan-wilayah-perbatasan/eks-pengungsi-timtim-perlu-perhatian//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesaian Perbatasan RI-Timor Leste, Libatkan Masyarakat Adat</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/masalah-wilayah-batas/penyesaian-perbatasan-ri-timor-leste-libatkan-masyarakat-adat/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/masalah-wilayah-batas/penyesaian-perbatasan-ri-timor-leste-libatkan-masyarakat-adat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 11:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah Wilayah Batas]]></category>
		<category><![CDATA[Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Batas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat adat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Di Perbatasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Perbatasan antar negara RI-RDTL di NTT terletak di 3 (tiga) Kabupaten yaitu Belu, Kupang, dan Timor Timur Utara (TTU). Perbatasan di Belu terletak memanjang dari utara ke selatan bagian pulau Timor, sedangkan Kabupaten Kupang dan TTU berbatasan dengan salah satu wilayah Timor Leste yaitu Oekusi yang terpisah dan berada di tengah wilayah Indonesia (enclave). Garis batas antar negara di NTT ini terletak di 9 (Sembilan) kecamatan yaitu; 1 (satu) Kecamatan di Kabupaten Kupang, 3 (tiga) Kecamatan di Kabupaten TTU dan 5 (lima) Kecamatan di Kabupaten Belu]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/masalah-wilayah-batas/penyesaian-perbatasan-ri-timor-leste-libatkan-masyarakat-adat//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga wilayah Rawan Sengketa di Perbatasan RI-Timor Leste</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/masalah-wilayah-batas/tiga-wilayah-yang-masih-rawan-sengketa-di-perbatasan-ri-timor-leste/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/masalah-wilayah-batas/tiga-wilayah-yang-masih-rawan-sengketa-di-perbatasan-ri-timor-leste/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 15:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah Wilayah Batas]]></category>
		<category><![CDATA[Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme Di Perbatasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Kompas menuliskan ; Dari 10 kecamatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, tiga di antaranya hingga kini ternyata masih bermasalah. Jika kondisi ini dibiarkan, tentunya berbahaya bagi kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/masalah-wilayah-batas/tiga-wilayah-yang-masih-rawan-sengketa-di-perbatasan-ri-timor-leste//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Nir Militer, Pertahanan di kala Damai</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/kekuatan-nir-militer-pertahanan-di-kala-damai/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/kekuatan-nir-militer-pertahanan-di-kala-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 02:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wilayah Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayahperbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Strategis Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Minimum essensial Force (MEF)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Pola kekuatan dunia tidak lagi bertumpu pada bipolar, tetapi berkembang menjadi multipolar. Ancaman perang pada abad sekarang ini dan kemungkinan pada masa mendatang pun lebih bersifat multidimensi. Karena itu, dalam menghadapi perang saat ini, pengerahan sumber daya manusia yang merupakan pertahanan nonmiliter justru lebih penting daripada pengerahan kekuatan militer yang diandalkan pada masa lalu.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/kekuatan-nir-militer-pertahanan-di-kala-damai//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lumpur Lapindo,  Lemahnya Kepedulian Negara</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/forum-perbatasan/lumpur-lapindo-lemahnya-kepedulian-negara/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/forum-perbatasan/lumpur-lapindo-lemahnya-kepedulian-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 15:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Strategis Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Wilayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[di tampilkan beberapa fakta tentang Lumpur Lapindo, antara lain sebagai berikut ;
Tanggal 29 Mei 2010 merupakan ulang tahun keempat peristiwa tragis  lumpur Lapindo di Sidoarjo. Bagaimana tragedy ini menghancuran ekologi (termasuk manusia di dalamnya) di Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon, Sidoarjo,  mudah ditemukan, hingga akhir 2009 sekitar Rp 4 triliun uang negara (APBN) sudah dialokasikan ke sana, tetapi juga tidak membuahkan pencerahan.
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/forum-perbatasan/lumpur-lapindo-lemahnya-kepedulian-negara//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lech  Walesa, Kemampuan Beradaptasi</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/potensi-wilayah/lech-walesa-kemampuan-beradaptasi/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/potensi-wilayah/lech-walesa-kemampuan-beradaptasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 07:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[Lech Walesa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi demokrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Transformasi demokrasi merupakan proses yang tidak berhenti. Kerap mengalami kejatuhan, tetapi mengalami kebangkitan kembali. Tidak ada pula yang bisa menjamin transformasi demokrasi akan sukses. Namun, tantangan multidimensi dalam transformasi itu mesti diatasi. Karena itu, kemampuan beradaptasi harus selalu dibangun]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/potensi-wilayah/lech-walesa-kemampuan-beradaptasi//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meretas Kekerasan Primordial</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/perbatasan/meretas-kekerasan-primordial/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/perbatasan/meretas-kekerasan-primordial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 12:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Serambi negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Kerusuhan Mei 1998, selain klimaks krisis ekonomi yang menghantam Indonesia sejak Agustus 1997, juga merupakan akumulasi politik primordialisme. Itu terjadi karena pemerintah tidak menuntaskan akar kesenjangan sosial dan ekonomi, membiarkannya menjadi kecemburuan sosial.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/perbatasan/meretas-kekerasan-primordial//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minimnya Infrastruktur, Terseok-seok di Perbatasan</title>
		<link>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/perbatasan-wilayah-perbatasan/minimnya-infrastruktur-terseok-seok-di-perbatasan/</link>
		<comments>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/perbatasan-wilayah-perbatasan/minimnya-infrastruktur-terseok-seok-di-perbatasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 07:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harmen batubara</dc:creator>
				<category><![CDATA[potensi wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayahperbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Batas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Wilayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wilayahperbatasan.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Tidak susah menilai sejauh mana pembangunan di suatu daerah berlangsung. Salah satunya, lihat saja kondisi jalan akses ke daerah itu, niscaya Anda bisa menilai apakah daerah itu tersentuh pembangunan dengan baik atau sebaliknya. ]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.wilayahperbatasan.com/wilayah-perbatasan/perbatasan-wilayah-perbatasan/minimnya-infrastruktur-terseok-seok-di-perbatasan//feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
