Askar Wataniah, Penjaga Wilayah Perbatasan
Oleh Harmen Batubara
Di Negara kita, UU Komponen Cadangan belum ada, sementara di Negara tetangga sudah jadi tentara cadangan yang sangat rapid an terstruktur serasi dengan tentara regulernya. Di Negara kita Resimen Mahasiswa di bubarkan di Malaysia malah tidak hanya pada mahasiswanya tetapi sampai dengan para ahli dan profesornya adalah tentara cadangan dalam Perwira Cadangan (PALAPES).

Saat ini Askar Wataniah (AW) telah diorganisasikan dan distrukturkan dalam komponen-komponen yang disebut sebagai :
Elemen Tempur.
Elemen Bantuan Tempur.
Elemen Bantuan Pelayanan.
Elemen Pakar.
Pasukan Latihan Perwira Cadangan (PALAPES).
Pasukan AW Kerahan (Mobilisasi).
Lihat misalnya Elemen Tempurnya, yaitu Seri 500 Askar Wataniah. Elemen ini berperan sama seperti pasukan-pasukan infantri Angkatan Tentara Reguler. Pada saat ini terdapat enam belas rejimen Seri 500 AW di seluruh Malaysia. Setiap rejimen mempunyai tiga batalion yang ditempatkan di beberapa lokasi. Kalau setiap Batalion punya anggota seribu orang, maka hitung sendiri jumlah askar wataniah mereka.
Ingat di Negara kita, sama sekali belum tersentuh, semangat sih boleh-boleh saja, tetapi meski tentara cadangan, kalau tidak terlatih sama saja dengan bunuh diri, menjadi beban bagi yang lainnya. Tulisan berikut ini semoga bisa membuka mata kita;
Malaysia dengan dasar Dasar Pertahanan Negara, telah menggariskan konsep Pertahanan Menyeluruh (HANRUH) atau Total Defence sebagai salah satu daripada elemen dalam Dasar Pertahanan Negara yang ditetapkan oleh Majlis Keselamatan Negara (MKN) pada tahun 1986. Dalam konteks HANRUH, Angkatan Tentara Malaysia (ATM) melaksanakan semua usaha bekerja sama dengan badan-badan kerajaan dan swasta untuk menentukan pemeliharaan kedaulatan dan keutuhan negara pada masa tertentu. Aspek-aspek yang ditekankan di dalam HANRUH meliputi ketentaraan, pembentukan pemikiran rohani dan jasmani, material, pelayanan dan sumber manusia. HANRUH mengandung dua komponen yaitu Angkatan Tetap (Regular Force) dan Angkatan Cadangan (Volunteer Force) yang telah dikenal sebagai Askar Wataniah. Kedua angkatan ini dianggap sebagai satu angkatan yang sama-sama menggunakan sumber bagi benteng pertahanan negara.
Dimensi Sejarah
Pasukan sukarela sudah ada di Tanah Melayu Malaysia sejak tahun 1861, yang dinamakan ‘Penang Volunteer’. Pada tahun 1902, Negeri-Negeri Melayu Bersekutu yang terdiri dari Negeri Perak, Selangor, Negeri Sembilan dan Pahang telah membentuk unit sukarelanya yang disebut sebagai ‘Malay State Volunteer Rifles’ (MSVR). Pasukan sukarela tersebut terus berkembang dan melahirkan beberapa pasukan baru seperti ‘Malay Federated Malay States Volunteer Force’ (FMSVF), ‘Unfederated Malay States Volunteer Force (UFMSVF) dan ‘Straits Settlement Volunteer Force’ (SSVF).
Pada saat Perang dunia Kedua pecah, semua pasukan sukarela yang ada telah bersama-sama dengan Angkatan Tetap melawan tentara Jepang di semenanjung Malaya. Setelah perang dunia kedua pasukan-pasukan sukarela yang sudah ada, dihidupkan kembali. Pada saat timbul keadaan darurat di tanah Melayu pada tahun 1948, satu pasukan sukarela yaitu Pasukan Kawalan Kampung (Home Guard) telah dibentuk. Pasukan Kawalan Kampung ini telah memainkan peranan yang penting sepanjang masa darurat tersebut.
Pada tahun 1958, pada saat keadaan keamanan dalam negeri telah dapat dikendalikan, Pasukan Kawalan Kampung (Home Guard) dibubarkan. Mempertimbangkan banyaknya dari kalangan anggota pasukan Kawalan Kampung ingin terus menyumbang pengabdian sukarela mereka, Kerajaan Persekutuan Tanah Melayu telah mengambil keputusan untuk menghidupkan serta menyusun pasukan sukarela agar lebih berarti dan tersusun rapi, maka terbentuklah The Territorial Army Ordinance 1958, dan kelak kemudian dikenal nama ASKAR WATANIAH dan pada tahun 1959 dikenal sebagai Askar Wataniah Malaysia.
Kenapa Malaysia membangun Askar Wataniah.
Negara Malaysia tidak mampu menanggung biaya pemeliharaan tentara reguler yang besar.
Aset negara Malaysia yang kecil perlu diarahkan menjadi dwi-fungsi, yaitu untuk membangun ekonomi negara dan pertahanan negara.
Peperangan pada era sekarang bukan lagi sekedar perlawanan antara dua angkatan tentara yang bermusuhan, tetapi melibatkan seluruh negara dan rakyatnya. Karena itu diperlukan rakyat yang memiliki `multi skills’ dan harus mampu menggunakan semua sumber daya negara secara bijaksana.
Luas negara Malaysia dan keadaan geografinya yang dipisahkan oleh Laut China Selatan memerlukan kerja sama yang sinergis.
Dasar Pertahanan Negara (DPN) Malaysia mengamanatkan bahwa dalam suasana konflik, semua sumber daya negara harus dimobilisasikan.
Kerajaan Malaysia telah memutuskan untuk mewujudkan Pasukan Cadangan Tentara Darat yang mantap dan bisa di andalkan. ( akan di .. Lanjutkan…)
?



