Perbatasan, Berdayakan Warga Perbatasan

Kenapa pemerintah tidak terlebih dahulu memulainya dari desa-desa tertinggal dan diperbatasan yang ada di luar pulau jawa itu terlebih dahulu? Caranya persis dengan pola transmigrasi itu. Tetapi khusus untuk warga lokal. Warga miskin di desa tertinggal dan desa perbatasan itu diberi lahan pertanian, bisa kebun bisa sawah minimal 2 Ha per KK, di lahan itu dibuatkan rumah untuk mereka, lahannya di olah hingga siap tanam, diberikan bibit, diberikan pupuk, diberikan obat hama, diberikan alat-alat pe...

Read More

Perbatasan, Mengubah Kawasan Segitiga Lanun Rompak Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Latar belakang perbatasan di kawasan ini, sedikit banyak telah ikut melahirkan kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dibentuk secara resmi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) kesatu di Davao City, Filipina pada tanggal 26 Maret 1994. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara BIMP-EAGA. Para pelaku usaha diharapkan menjadi motor penggerak kerja sama...

Read More

Perbatasan, Menciptakan Peluang Di tengah Pembangunan Infrastruktur Perbatasan

Sesuai aturan, warga Indonesia yang berbelanja telah disepakati sebesar $M600/warga/bulan. Ketentuan itu dibuat sejak tahun 1970 an. Sebenarnya pada klausulnya ada ketentuan yang memberi kewenangan pada pelaksana di lapangan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Tetapi justeru pihak petugas Indonesia sendiri yang mengawasi secara ketat, yang nota bene justeru merugikan warga sendiri. Terlebih lagi yang melakukan “pemeriksaan” itu dilakukan oleh petugas penjaga perbatasan (TNI); yang ...

Read More