Terima Kasih..

Berbagai laporan terkait wilayah perbatasan akan selalu kami tambah dengan daerah baru..

Dan Ok ….Kini anda dapat menyelesaikan proses download

Pulau Sebatik, Pengembangan Wilayah Perbatasan

Klik Saja Disini

Untuk Laporan PENEGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN

KLIK  DISINI

Tentunya anda juga dapat menyampaikan kritik dan saran maupun sekedar ucapan terima kasih pada bagian komentar di bawah ini.

Atau Barangkali ingin melihat Produk Teman Ini,

Hemat saya cocok untuk dibaca Dahulu  KLIK DISINI

Salam

Harmen Batubara

18 Responses

Page 1 of 1
  1. bambang edhie says:

    Terima kasih, kami dapat membaca tulisan anda. Semoga dapat kami manfaatkan sebagai tambahan informasi dan pemahaman tentang perbatasan.

  2. Taryo says:

    Terimakasih, sangat bermanfaat utk pengayaan MK Manajemen Lahan, Tata Ruang & Perwil, Perencanaan Penggunaan Lahan yang saya ampu. Smoga semakin produktif & memberikan pencerahan….
    Salam dari Jogja Kota Istimewa, Istimewa Kotanya Istimewa Orangnya

  3. JotjeS says:

    Terima kasih.
    Materi ini memberikan pencerahan, apalagi karena sy bekerja di salah satu kabupaten di perbatasan Indonesia Filipina, dengan Pulau Miangas dan Pulau Marampit yang terdapat dalam materi ini.

    salam dari Talaud-Sulawesi Utara.
    Beranda depan NKRI

  4. Suryanto says:

    Terima Kasih, karya Anda menambah wawasan ttg keadaan sesungguhnya di perbatasan
    Salam

  5. l Indrastuti says:

    selamat / proficiat , karya anda bagus dan sangat membantu bagi teman-tean yang ingin mendapatkan informasi tentang wilayah perbatasan termasuk saya. trimakasih dan matur nuwun salam. iin

  6. satiman ali says:

    kami sangat membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang pulau sebatik, sayangnya email anda tidak bisa terbaca

  7. bayu vita says:

    trims ya pak…buat referensi awal penelitian saya

  8. Nurul says:

    Terimakasih atas karya-karya Bapak yang telah memberi wawasan mengenai kawasan perbatasan dan mohon ijin untuk saya jadikan salah satu referensi dari penulisan makalah saya..

  9. Putra Aditya says:

    Terima Kasih Banyak atas bukunya, sangat membantu dalam penyelesaian tugas akhir saya 🙂 semoga daerah perbatasan mendapatkan perhatian yang lebih baik dari semua pihak karena disanalah beranda Indonesia 🙂

  10. Herman Toray says:

    Terima kasih atas laporan2nya… Sy tertarik utk berdiskusi lebih lanjut… Apakah memungkan Pak Harmen….

    Salam

  11. author says:

    Salam dan terimakasih kembali pa Toray..saya senang kalau kita bisa berdiskusi terkait wilayah perbatasan…silahkan saja pa…saya ada di pusat Riset Perbatasannya atau CDBR Unhan pada hari Rabu…dan di Perbatasannya DitjenPum Kemendagri pada hari Selasa dan Kamis di JKT…salam

  12. Humphrey says:

    Terima Kasih Pak Harmen, saya sangat terbantu dengan tulisan Bapak, karena saya juga sedang melakukan penelitian perbatasan di perbatasan Ind_TL di kab atambua dan perbatasan Ind_Malaysia di kabupaten bengkayang

  13. A Hendyzopy says:

    Terimakasih Pak Harmen atas tulisan-tulisan bapak mengenai perbatasan yang bisa membuka arti penting “apa itu kawasan perbatasan, bagaimana posturnya, strategi pengembangan, pengelolaan dan pengamanan untuk kesejahteraan”…

    Salam

  14. harmen batubara says:

    terima kasih juga Pa Hendy semoga bisa memberikan inspirasi dalam pembangunan wilayah perbatasan…salam

  15. eriadi says:

    terimakasih . Pak . refrensensi ini sangat bermanfaat bagi saya untuk meneruskan disertasi saya diperbatasan sangihe dan talaud. mohon diberikan masukan tentang ekonomi perbatasan khususnya negara Philipina. karena dlm pengembangan ekonomi perbatasan indonesia haruslah memperhatikan keadaan pasar daerah perbatasan negara.

  16. Hasan Zein Mahmud says:

    Saya sama sekali awam tentang pengelolaan kawasan perbatasan. dari beberapa artikel yang pernah saya baca, dan realitas yang bisa kita lihat, pengelolaan kawasan perbatasan lebih dititik-tekenkan pada persoalan keamanan. Padahal menurut saya, yang lebih efektif adalah membangun kegiatan ekonomi masyarakat di area tersebut. pengalaman pahit dalam kasus Sipadan Ligitan menunjukkan bahwa kelemahan kita adalah membiarkan pulau pulau terluar terlantar tanpa kelola. Padahal pulau pulau itu, termasuk yang tidak berpenghuni memiliki banyak potensi, mulai dari mineral, hasil laut dan pariwisata. Pembangunan kawasan perbatasan selalu terkendala anggaran. Dana perimgbangan dialokasikan berdasar jumlah penduduk. Jadilah kawasan yang berpenduduk minim itu nayaris tak tersentuh kucuran dana dari pusat.

    saya kebetulan sedang berkampanye untuk mengembangkan OBligasi daerah sebagai salah satu sumber dana regional untuk memacu pemangunan infrastruktur di daerah. Saya perlu menjajagi kemungkinan pemanfaatan insdtrumen keuanagn ini dalam meacu pembangunan di daerah, khususnya kawasan perbatasan.

    saya siap untuk berdialog dengan para pihak yang terkait.

    jabat erat hzm

  17. harmen batubara says:

    Terimakasih pak HZM atas komentarnya terkait wilayah perbatasan; saya setuju dan sebenarnya pemerintah juga sudah lebih menekankan pada pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan; pasalnya tidak banyak daerah yang mempunyai komitmen untuk membangun wilayah perbatasannya, dan pada umumnya mereka hanya mempergunakan wilayah perbatasan untuk mencari dana, setelah dana mereka dapat meraka mempergunakannya untuk pembangunan daerah lainnya; secara hukum Pemda tidak punya kewenangan untuk membicarakan wilayah perbatasannya dengan negara tetangga, sementara pemerintah Pusat sudah tidak punya waktu, akibatnya wilayah perbatasan terlantar; jadi persoalannya bukan pada dananya, tetapi pada komitmen dan lemahnya UU yang mendasari pengelolaannya…salam

  18. adji says:

    Mantap, terima kasih banyak, sukses selalu pak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *