Perbatasan, Tertinggal Dan Diterlantarkan

Oleh harmen batubara

Beranda Depan Kedaulatan Bangsa Yang Kurang Mendapat Perhatian

Sejauh yang kita pahami, pengenalan terhadap wilayah perbatasan masih sangat terbatas, apalagi pengembangannya. Kawasan perbatasan relatif masih kurang mendapat perhatian, bahkan meski sudah dalam era reformasi dan zaman otonomi daerah seperti saat ini, pola pemerintahan masih bersifat sentralistik. Hal inilah yang menyebabkan kawasan perbatasan menjadi ‘daerah belakang’ dari Indonesia. Keadaan ini menimbulkan adanya keterbatasan sarana dan prasarana wilayah, kesenjangan sosial, ekonomi dengan negara tetangga.
Indonesia sebuah negara Kepulauan yang memiliki daerah perbatasan darat antar negara di tiga pulau yakni Kalimantan, Papua dan Timor Leste sepanjang ± 3.200 km. Kawasan perbatasan antar negara ini memiliki potensi dan strategis bagi pengembangan kegiatan perdagangan regional di kawasan internasional, yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan negara tetangga. Bahkan sepanjang kawasan perbatasan tersebut secara intemasional telah ditetapkan sebagai bagian dari Asean Connectiviti serta daerah pertumbuhan ASEAN yang lebih dikenal dengan sebutan BIMP-EAGA (Brunei-hdonesia- Malaysia-Philipina East Asean Growth Area).

Perbatasan Kalimantan dengan Serawak termasuk dalam tipe natural border, perbatasan yang ditandai oleh bentang alam pengunungan Kapuas Hulu. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah. Menurut para ekonom perbatasan setidaknya terdapat dua kekuatan besar yang bisa disumbangkan oleh kawasan perbatasan terhadap perekonomian di sekitarnya. Pertama, dengan akses perdagangan yang dimiliki, kawasan perbatasan merupakan pintu masuk barang dan jasa; mengalimya devisa ke dalam negeri. Kedua, perdagangan yang sehat yang terjadi di perbatasan akan mendorong tumbuhnya produksi di dalam negeri.

Hal inilah yang jadi pendorong bagi penulis untuk menerbitkan buku ini, yakni untuk memperkenalkan wilayah perbatasan darat Indonesia. Karena tanpa mengenal wilayah perbatasan maka sulit pula untuk mengetahui potensinya. Sebagai pemerhati perbatasan penulis sangat setuju untuk menggali potensi ekonomi perbatasan yakni potensi yang menggabungkan antara ekonomi geografi dan ilmu ekonomi untuk mempelajari proses pembangunan di kawasan perbatasan yang terdiri paling tidak minimal dua wilayah dengan sistem politik dan kebijakan ekonomi yang berbeda.

Selengkapnya Lihat Di Sini

Terdapat beberapa alasan mengapa studi tentang ekonomi perbatasan menjadi relatif penting, yaitu antara lain:
Suatu kenyataan bahwa kebanyakan kawasan perbatasan terletak jauh dari pusat aktivitas ekonomi sehingga timbul kecenderungan menjadi kawasan yang tertinggal; Adanya hambatan administrasi dalam lalu lintas antar barang dan orang sehingga kawasan perbatasan yang pada dasamya homogen menjadi heterogen; dan Berkaitan dengan trend globalisasi saat ini yang mendorong perekonomian menjadi tanpa batas.
Karena itulah hemat penulis sangat penting bagi warga atau siapapun mereka yang tertarik akan kawasan perbatasan untuk mengetahui perbatasan darat kita itu seperti apa? Bagaimana sejarahnya batas itu ditetapkan, ditegaskan kembali dan dipelihara serta dikembangkan. Itulah yang menjadi pendorong penulis untuk menuliskan buku ini.

Baca Selengkapnya Di Sini

 

x

Dapatkan Pengembangan Wilayah Perbatasan

Caranya Mudah Masukkan Nama dan Email Anda dan Down Load...